Saturday, 23-10-2021
  • Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan -Imam Syafi'i

Testimoni Alumni

TESTIMONI ALUMNI SMK N 1 WATES

Saya Harsiana Wardani, alumni SMEA N Wates lulus tahun 1994. SMEA N Wates kini telah berganti nama menjadi SMKN 1 Pengasih yang tentu saja sudah banyak sekali perkembangan dan progress baik dari almamater ini.

Dulu, zaman saya sekolah, baru ada tiga jurusan yaitu Perkantoran, Akuntasi Keuangan,  dan Pemasaran. Saya waktu itu masuk jurusan Akuntasi Keuangan. Meskipun bukan termasuk siswa yang pandai, saya pernah mewakili sekolah lomba cerdas cermat P4 di tingkat Kabupaten dan mendapat juara kedua. Saya selama dua tahun berturut-turut pernah  menjadi anggota Paskibra Kabupaten. Waktu itu menjadi anggota Paskib Kabupaten belum sekeren sekarang. Kami hanya latihan bersama di alun-alun Wates, dan saat menjalankan tugas hanya mengenakan baju putih-putih tanpa ada undangan untuk orang tua wali untuk mengikuti upacara. Pernah juga mendapat kesempatan dan kepercayaan dari Dinas Pendidikan Provinsi DIY untuk mengikuti latihan kepemimpinan nasional di Jakarta. Mungkin karena mengikuti kegiatan itu, setelahnya saya terpilih menjadi Ketua OSIS SMEA N Wates tahun 1992/1993.

Mendekati kelulusan, saya bersama beberapa teman mencoba peruntungan ikut ujian seleksi masuk STAN. Bahkan, kami sempat mengikuti les bimbel masuk STAN di Jogja selama dua minggu dan kami menumpang tidur di kerabat. Namun, tidak ada satupun dari kami yang lolos. Akhirnya saya pupus keinginan untuk bisa kuliah. Sebab saya menyadari kemampuan keluarga yang pas-pasan sehingga untuk minta kuliah dengan mengeluarkan biaya saya tidak tega.

Selepas lulus sekolah, saya mengikuti kursus computer di Wates. Saya lupa tepatnya di mana. Waktu itu diajari seputar pembuatan dokumen/administrasi perkantoran. Sesederhana itu. Setelah selesai kursus komputer  saya mengikuti Pendidikan Keterampilan Menjahit dan Membordir gratis di Bogor selama satu tahun (D1). Kebetulan waktu itu Menteri Keuangan Bapak Radius Prawiro memiliki yayasan yang membuka kesempatan bagi seluruh pemuda/pemudi di seluruh Indonesia bisa ikut ambil bagian dengan syarat tertentu. Sebenarnya saya tidak suka dunia jahit menjahit, tetapi atas dasar menyenangkan simbah yang mengatakan “perempuan itu harus terampil apapun” maka saya lalui juga masa satu tahun tersebut. Saya lulus dengan nilai baik. Kemampuan saya telah sampai pada membuat jas dan membordir terawang.

Keterampilan menjahit akhirnya tidak saya gunakan untuk membuka usaha jahitan seperti teman-teman saya yang lain. Saya belum memiliki mesin jahit sendiri. Saya merasa malu jika harus pinjam mesin saudara, mengingat keluarga saya bukan keluarga yang cukup mampu.

Tahun 1997 saya pergi ke Tangerang. Di sana ada dua bulik saya yang siap menampung saya sambil saya mencari pekerjaan. Akhirnya singkat kata, selama 1 bulan saya sempat bekerja di pabrik sepatu HASI yang terkenal itu. Selama satu minggu saya sempat bekerja di Pabrik Toto, produsen kran dan toilet yang terkenal itu.

Pekerjaan selanjutnya yang paling lama adalah bekerja di sebuah optik terkenal yaitu Optik Melawai. Sejak 1997 sampai 2005 saya bekerja di sana. Mulai dari menjadi sales counter, kasir, wakil pimpinan umu, dan akhirnya menjadi pimpinan cabang.  Pengetahuan yang saya terima dari sana berhasil saya terapkan dalam usaha saya di rumah (setelah saya resign)

Setelah saya resign dari optik, sembari membuka usaha kacamata kecil-kecilan, saya menjadi guru honor di SD saya dulu bersekolah. Waktu itu saya diberi kesempatan menjadi guru Pramuka dan guru PKK. Saya kuliah di UT jurusan PGSD. Lulus D2 tahun 2009, dan ijazahnya saya gunakan untuk mendaftar CPNS Kab Bantul. Rupanya keberuntungan dan berkah Tuhan melimpah untuk saya di ujian seleksi tersebut. Meskipun sejak awal saya kurang yakin saya lolos, ternyata kehendak Tuhan berkata lain. Saya kemudian ditempatkan di SD Ngrukeman, sejak Januari 2010 sampai sekarang.  Waktu itu, saya pun telah lanjut mengambil studi S1 PGSD. Saya menyandang gelar sarjana pada tahun 2011. Kini, saya sedang menyelesaikan thesis saya. Semoga tahun ini saya berhasil menyelesaikan studi pascasarjana saya.

Selama bekerja di optik dan  sebelas tahun menjadi guru di Bantul sudah banyak sekali pengalaman, ilmu baru, dan juga cerita perjuangan yang sangat indah untuk dikenang. Rentang waktu itu menempa saya menjadi saya yang sekarang. Dulu saya pemalu, minderan, tidak berani berbicara di depan umum, kini saya menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Beberapa prestasi dan penghargaan pernah saya raih baik di tingkat regional Asean, nasional, provinsi, kabupaten, dan kecamatan.

Saya pernah menjadi best participant pada kegiatan diklat guru se-Asean selama 15 hari. Saya pernah menjadi delegasi Indonesia pada kegiatan teacher exchange di Malaysia. Saya pernah mendapatkan prestasi menjadi pemenang Anugrah Konstitusi dan menerima penghargaan dari Mahkamah Konstitusi, waktu itu saya menjadi wakil dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk jenjang SD. Penghargaan prestasi dalam dunia pendidikan pernah saya terima dari Gubernur DIY. Predikat sebagai  guru berprestasi Kabupaten Bantul ataupun Kecamatan Kasihan juga pernah saya raih. Pernah juga saya menjadi finalis anugrah Ki Hajar tingkat provinsi DIY.

Selain itu, saya adalah guru inti program PKP, mentor program pengembangan keprofesian berkelanjutan,  instruktur nasional guru pembelajar, kader Ajarmat, pengajar praktik guru penggerak, pengembang media audio radio edukasi, yang kesemuanya program dari kementerian pendidikan dan kebudayaan. Sebagai seorang guru yang selalu ingin belajar, saya memiliki beberapa ruang yang membuat saya terus tumbuh dan memiliki jejaring yang cukup luas. Saya adalah Google Certified Educator, founder komunitas virtual Indonesia, founder komunitas guru penulis, founder Ruang Siar Guru, founder Ruang Belajar, founder pegiat literasi Bantul, menjadi penggerak komunitas belajar Yogyakarta, dan pengurus beberapa komunitas yang lain. Saya adalah seorang publishser yang telah menulis beberapa buku ber-ISBN serta menjadi editor buku dari beberapa penerbit.

Saat ini, saya sering mendapat undangan menjadi pemateri dalam kegiatan kepenulisan atau peningkatan kompetensi guru di Indonesia. Saya kebetulan telah memegang sertifikat sebagai penulis buku nonfiksi dan editor profesioan dari Lembaga Sertifikasi Profesi BNSP. Sejak tahun 2018 saya mulai aktif mengadakan pelatihan gratis bagi para guru di Indonesia melalui komunitas yang kami besarkan bersama teman-teman yang lain. Setidaknya sudah lebih dari 23 ribu guru kami diklat. Kegiatan paling baru adalah, saya dan Ruang Siar Guru didaulat oleh PT Djarum melalaui Djarum Foundantion untuk mendampingi guru inti binaan Djarum mengelola studio yang diperuntkan bagi kepentingan pendidikan di Kudus. Saya pun sekarang tinggal menunggu undangan pelantikan menjadi kepala sekolah di Bantul.

Terkadang, 24 jam terasa kurang bagi saya. Rasa syukur atas apa yang saya alami dan saya terima pun sepertinya tak akan pernah habis saya ucapkan. Bagi saya, motivasi diri adalah hal yang paling utama dan penting untuk kita bisa maju. Bagi saya, saya ini berharga untuk diri saya, dan selanjutnya di mana pun saya berada, saya harus mampu membawa manfaat baik.

Semua yang saya lakukan dengan ikhlas saya yakin akan mendapatkan arah dan takdirnya sendiri. Tugas utama hanyalah lakukan yang terbaik dan terbaik.

Terima kasih SMEA N Wates, bapak/Ibu guru saya yang selama ini telah menjadi bagian perjalanan saya sampai titik ini. Berbagai nasihat, teguran, bimbingan, didikan, dan doa dari Bapak/Ibu guru menjadi modal saya terus melangkah dan menjadi pribadi yang lebih baik.